Minggu, 10 November 2024

PROSES INTERAKSI SOSIAL

Universitas Mpu Tantular Jakarta 

Nama Mahasiswa : Lamria Olivia Tampubolon 

Dosen Pengampu : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.

  

       A.  Pengertian Interaksi Sosial

            Secara sederhana, pengertian interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu maupun kelompok untuk menjalin hubungan pertemanan, diskusi, kerjasama yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Pengertian Interaksi Sosial menurut para ahli sebagai berikut :

  1. Gilin, menjelaskan pengertian Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis antara individu dengan individu lain atau hubungan antar kelompok.
  2. Soerjono Soekanto, berpendapat bahwa interaksi sosial adalah proses sosial yang berkaitan dengan cara berhubungan antara individu dan kelompok untuk membangun sistem dalam hubungan sosial.
  3. Murdiyatmo Dan Handayani, menjelaskan pengertian interaksi sosial sebagai hubungan yang dibangun seseorang dengan orang lain dalam proses kehidupan sehingga terbangun struktur sosial. Pada struktur sosial tersebut juga terbangun hubungan yang saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya.
B. Ciri-ciri Interaksi Sosial

  •        Melibatkan lebih dari satu orang.
  •         Terjadi komunikasi antara pelaku melalui kontak sosial. 
  •         Terdapat dimensi waktu, meliputi masa lalu, masa kini, dan masa depan. 
  •          Terdapat pengaruh timbal balik. 
  •          Komunikasi menggunakan simbol-simbol, seperti bahasa verbal, bahasa non verbal,    dan bahasa tulisan. 

C. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial 

  1.  Kontak sosial, dalam pengertian sosiologi, kontak sosial adalah hubungan antara dua pihak atau lebih yang saling bereaksi atau berinteraksi. Kontak sosial dibagi menjadi 2 yaitu, Kontak Sosial bersifat Primer yaitu Kontak sosial yang terjadi secara langsung seperti bertatap muka, sedangkan Kontak Sosial bersifat Sekunder, yaitu Kontak sosial yang terjadi secara tidak langsung atau menggunakan media penghubung seperti telepon, surat elektronik bahkan melalui pesan media sosial.
  2. Komunikasi, merupakan hal yang sangat penting dengan maksud adanya saling mengungkapkan perilaku entah itu dalam berbicara, sikap bahkan gesture untuk menyampaikan pesan. 

     D. Jenis Dan Contoh Interaksi Sosial

  1. Interaksi Sosial Individu dengan Individu, merupakan pertemuan antara seseorang dengan individu lain yang bertujuan untuk memberikan aksi atau respon untuk menjadi teman dan mengarah ke arah bekerja sama jika reaksinya positif, namun jika reaksinya negatif kemungkinan akan muncul konflik atau pertentangan. Contohnya Ketika bertemu saling menyapa, bertanya dan menginformasikan tentang apa yang dibutuhkan.
  2. Interaksi Sosial Individu dengan Kelompok, merupakan interaksi sosial yang disampaikan oleh beberapa orang saja yang kemudian informasi yang disampaikan akan didengarkan oleh banyak orang atau kelompok. Contohnya menjadi seorang narasumber dalam sebuah seminar.
  3. Interaksi Kelompok dengan Kelompok, merupakan pertemuan antara dua kelompok atau lebih dengan kelompok  yang berbeda, untuk mengkomunikasikan hal yang berkaitan namun sifatnya bukan hal pribadi namun untuk kepentingan kelompok itu sendiri. Contohnya para pemuda karang taruna memberi informasi kepada masyarakat untuk saling kerjasama membersihkan halaman rumah agar menjadi juara perlombaan kebersihan di acara HUT-RI 17 Agustus.
E. Pola Interaksi Sosial 

      Pola Interaksi Sosial Interaksi sosial yang terjadi antara individu maupun kelompok yang bersifat dinamis dan mempunyai pola tertentu, sebagaimana kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan secara pengulangan hingga berjangka panjang maka akan bertahan terwujudnya hubungan sosial yang baik. Pola Interaksi Sosial sebagai berikut :

Ø  Berdasarkan kedudukan sosial (status) dan peranannya. Contohnya, seorang guru yang mengajar bersama muridnya harus mencerminkan perilaku seorang guru. Sebaliknya, siswa harus menaati gurunya.

Ø   Kegiatan yang terus berlanjut hingga menemukan titik tujuan untuk menghasilkan suatu hal yang terbaik dan terus mengembangkan pemikiran atau ide.Contohnya, dari adanya interaksi, seseorang melakukan terjalin kerjasama bisnis, muncul suatu pertentangan, adanya persaingan, dan lain sebagainya.

Ø   Interaksi sosial dapat terjadi pada siapapun tidak mengenal waktu, tempat dan keadaan biasanya akan terlibat sebagaimana pola pikir masyarakat akan terbentuk.Contohnya:Salah satu sekolah mempunyai penilaian yang baik dalam hal disiplin, kebersihan dan prestasi siswa yang begitu berpengaruh di salah satu daerah. Namun kepercayaan masyarakat pada sekolah tersebut selalu baik, hanya saja di suatu waktu sekolah tersebut tercemar tidak baik karena kelakuan siswa yang melakukan tindakan tidak terpuji. 

F. Faktor-Faktor Terbentuknya Interaksi Sosial

1)   Imitasi, adalah seseorang atau lebih melakukan untuk meniru seseorang dalam hal gaya, sikap, perilaku hingga penampilan terlihat menyerupai fisik seseorang. Biasanya faktor interaksi sosial ini dapat terjadi pada indvidu yang mengidolakan salah satu idolanya.

2)   Sugesti, merupakan seseorang yang terpengaruh karena adanya suatu dorongan diberikan orang lain dengan beberapa cara tertentu yang dimana seseorang tersebut akan melaksanakan dengan apa yang di sugestikan terkadang tanpa berfikir rasional. Faktor ini dapat kita lihat ketika ada seorang anak yang diberikan nasihat oleh orang tuanya.

3)   Simpati, adalah bagaimana kita memperlihatkan sikap akan rasa tertarik pada seseorang akan sesuatu hal atau sikap yang menarik pada dirinya seperti penampilan, pola pikirnya bahkan kebijaksanaannya dengan menerapkan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.

4)  Identifikasi, merupakan suatu pemberian tanda ciri khas sehingga sebenarnya ini berkaitan dengan imitasi seseorang dengan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya), hingga menghilangkan jati dirinya sendiri. Hal seperti ini, sebaiknya segera dihindari karena kehilangan jati diri bisa membuat seseorang lupa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh dirinya.

5)  Empati, Empati merupakan merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain, baik itu kebahagiaan maupun kesedihan. Contohnya, ketika seorang siswa masuk ke PTN yang diharapkan, orang tua bahkan temannya akan ikut merasakan kebahagiaan.

G.     Bentuk Interaksi Sosial

  1. Interaksi Sosial Asosiatif (Positif), Bentuk interaksi sosial asosiatif adalah interaksi sosial  yang positif, untuk mengarah kebaikan akan kerjasama dan menciptakan sesuatu antara seseorang dengan yang lain untuk mencapai tujuan yang positif. Namun, interaksi sosial asosiatif ini terbagi lagi menjadi empat, yaitu:

  • Kerjasama, adalah suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh sekelompok individu atau saling membantu yang bertujuan mewujudkan kegiatan yang positif. Contohnya, seperti gotong royong antar tetangga.
  •  Akomodasi, merupakan penyesuaian diri seseorang bahkan kelompok manusia yang sebelumnya saling bertentangan, supaya mengatasi ketegangan dengan antara pihak yang bertentangan dibutuhkanlah akomodasi.
  • Toleransi, adalah sikap saling menghargai dan menghormati dalam bermasyarakat baik individu maupun berkelompok.  Dalam hal ini seperti saling tolong menolong antar sesama tanpa memandang suku, agama, ras maupun antar golongan.
  • Akulturasi, adalah penerimaan segala unsur–unsur baru dimasa kini menjadi suatu kebudayaan baru tanpa menghilangkan ciri khas / hal yang berkaitan dengan unsur lama.
  • Asimilasi, merupakan percampuran suatu budaya dengan menghilangkan ciri khas kebudayaan aslinya lalu membentuk kebudayaan baru dan menerapkan dalam keseharian.
  2.    Interaksi Sosial Disosiatif (Negatif), merupakan Interaksi sosial yang mengarah kepada
         konflik serta perpecahan dalam individu maupun kelompok, biasanya Disosiatif akan
         mengarah ke hal negatif. Seperti:

  • Persaingan (Kompetisi), merupakan interaksi sosial untuk saling bersaing secara individu maupun kelompok biasanya akan  mencari keuntungan di bidang-bidang tertentu tanpa menggunakan ancaman kekerasan.
  • Kontraversi, adalah upaya seseorang untuk menentang suatu perkara secara tersembunyi supaya tidak terjadi perselisihan. Adapun biasanya seseorang akan bersikap ragu, tidak pasti, penyangkalan bahkan penolakan dengan tidak mengungkap secara terbuka. Ini disebabkan karena perbedaan pendirian di kalangan-kalangan tertentu. Contohnya: Membocorkan rahasia teman pada orang lain.
  •  Pertentangan, Konflik adalah sebuah pertentangan atau bisa lanjutan dari kontravensi yang sifatnya terbuka yang biasanya akan menyebabkan pertikaian. Penyebabnya adanya perbedaan argumentasi yang membuat rasa marah hingga benci dan dapat menimbulkan untuk saling menyerang bahkan melukai seseorang bahkan kelompok.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Sumber :

https://www.ruangguru.com/blog/apa-itu-interaksi-sosial

https://bintangpusnas.perpusnas.go.id/konten/BK25485/memahami-interaksi-sosial


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Antropologi_lamria_podcast

 LAMRIA OLIVIA TAMPUBOL  243300020020  ANTROPOLOGI HUKUM PRODI : ILMU HUKUM  DOSEN PENGAMPU : SEREPINA TIUR MAIDA, S.sos. , M.Pd. , M.Ikom. ...